Selasa, 28 September 2010

Standarisasi Laboratorium Minyak Goreng Kelapa



(Foto Peralatan yang di order Mas Riza dan Foto Mas Riza melatih petani di daerahnya Kalbar)



Beberapa minggu yang lalu saya ditelpon oleh orang dari Pontianak, beliau menanyakan Program Pelatihan Pengolahan VCO menjadi Minyak Goreng, dari percakapan via telepon tersebut terlihat betapa semangatnya teman kita yang satu ini untuk datang ke Jogja (Coconut Center Indonesia) untuk mengikuti PELATIHAN yang kami selenggarakan. Riza Ali Hadad namanya.


Setelah pelatihan selama 2 hari, mas Riza tertarik untuk mengembangkan usaha Pengolahan Minyak Goreng Kelapa Berkualitas di daerahnya Pontianak, berbekal ilmu yang telah didapatkan dari Jogja.

Tidak tanggung-tanggung beliau pun order kepada kami 1 (satu) unit peralatan pengolahan Minyak menjadi minyak goreng dengan kapasitas 250liter/hari sebagai investasi pengolahan tersebut.

Produksi secara masal tetap dilakukan dengan melibatkan petani kelapa di berbagai kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, mas riza melatih para petani, ibu-ibu didaerahnya untuk memproduksi minyak, kami pun diundang ke Pontianak untuk melatih disanan, petani mulai mengumpulkan minyak hasil produksi, kemudian diolah di sentra pengolahan menjadi minyak goreng.

Diluar dugaan memang, hasil yang diperoleh sangatlah bagus (pengakuan mas riza, red)
beliau juga langsung menelpon saya kembali untuk meminta masukan mengenai minyak goreng hasil olahannya, saya pun menyarankan untuk mengirimkan sample hasil produksinya ke Jogja untuk di Uji Lab-kan di UGM....

Uji yang akan di laboratoriumkan adalah uji menurut Standart Nasional Indonesia (SNI) mengenai Minyak Goreng Kelapa, adapun hasilnya adalah sebagai berikut :


(Hasil Uji Laboratorium Minyak Goreng Kelapa Sehat Binaan Coconut Center di Kalbar)

adapun hasil uji menurut SNI (Standart Nasional Indonesia) adalah sebagai berikut :

Berdasarkan rumusan yang ada dari BSN (Badan Standarisasi Nasional) tentang minyak goreng tentang SNI Standar Nasional Indonesia yaitu SNI 01-3741-2002, SNI ini merupakan revisi dari SNI 01-
3741-1995, menetapkan bahwa stadar mutu minyak goreng kelapa antara lain :

No Kriteria uji Satuan Persyaratan
Mutu I Mutu II
1 Keadaan
1.1 Bau Normal Normal
1.2 Rasa Normal Normal
1.3 Warna Putih, kuning pucat sampai kuning

2 Kadar Air % b/b maks 0,1 maks 0,3

3 Bilangan asam mg KOH/gr maks 0,6 maks 2

4 Asam linoleat (C18:3) dalam komposisi asam lemak minyak % maks 2 maks 2

5 Cemaran logam

5.1 Timbal (pb) mg/kg maks 0,1 maks 0,1
5.2 Timah (Sn) mg/kg maks 40,0*/250 maks 40,0*/250
5.3 Raksa (Hg) mg/kg maks 0,05 maks 0,05
5.4 Tembaga (Cu) mg/kg maks 0,1 maks 0,1

6 Cemaran Arsen (As) mg/kg maks 0,1 maks 0,1

7 Minyak Pelikan** negatif negatif
Catatan * Dalam kemasan kaleng
Catatan ** Minyak pelikan adalah minyak yang tidak dapat disabunkan

Dapat disimpulkan bahwa hasil produksi dan teknologi yang kami berikan adalah jauh diatas rata-rata dari SNI. Selain telah mendapatkan Sertifikasi HALAL dari MUI, juga telah mendapatkan Uji Standarisasi Nasional dari BSN.

Sekarang tiada alasan lagi untuk beralih ke minyak goreng yang sehat, minyak goreng yang berkualitas, bukan sembarang minyak goreng.
Hubungi kami untuk mendapatkan Minyak GOreng : BIO VIRGIN untuk grade 1 dan VIRNA untuk Grade 2.

Selamat berkarya mas Riza...

"Semoga Nyiur Akan Tetap Melambai....."

By : Penulis (08562565965)

Kamis, 23 September 2010

PROGRAM PELATIHAN COCONUT CENTER 2010

DIKLAT
PENGOLAHAN KELAPA TERPADU



PENDAHULUAN


Saat ini Indonesia dikenal memiliki luas perkebunan kelapa terbesar di dunia yakni 3,712 juta Ha, sebagian besar merupakan perkebunan rakyat (96,6%) sisanya milik negara (0,7%) dan swasta (2,7%). Dari potensi produksi sebesar 15 milyar butir pertahun hanya dimanfaatkan sebesar 7,5 milyar butir pertahun atau sekitar 50% dari potensi produksi. Masih banyak potensi kelapa yang belum dimanfaatkan karena berbagai kendala terutama teknologi, permodalan, dan daya serap pasar yang belum merata.
Selain sebagai salah satu sumber minyak nabati, tanaman kelapa juga sebagai sumber pendapatan bagi keluarga petani, sebagai sumber devisa negara, penyedia lapangan kerja, pemicu dan pemacu pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, serta sebagai pendorong tumbuh dan berkembangnya industri hilir berbasis minyak kelapa dan produk ikutannya di Indonesia.
Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu (CV. PPKT) telah banyak melakukan riset aplikasi dan model-model pengembangan pengolahan kelapa secara terpadu di masyarakat. Berbagai produk yang telah dikembangkan diantaranya : Virgin Coconut Oil (VCO), minyak goreng sehat, biodiesel pengganti solar, bioethanol pengganti bensin, briket arang, asap cair sebagai bahan pengawet alami, natadecoco, aneka produk kerajinan dari sabut kelapa, dan aneka produk kosmetik dari VCO. Kesemua produk tersebut dapat diproses dengan mudah oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Selain riset dan pengembangan masyarakat, CV. PPKT telah mengembangan industri dan pemasaran hasil pengolaan kelapa serta mendapat sertifikasi baik dari sisi mutu produksi sepertai HACCP (sertifikat keamanan pangan internasioal), sertifikat Halal dari LPPOM MUI maupun sertifikat dan ijin edar dari BPOM. Pengalaman dalam bidang industri pengolahan inilah yang akan dijadkan bahan pembelajaran dalam Diklat Pengolahan Kelapa Terpadu. Dengan demikian peserta diklat diharapkan dapat menjadi praktisi bisnis produk-produk kelapa yang saat mimiliki daya serap pasar yang tinggi. CV. PPKT akan memandu peserta baik dibidang teknologo produksi, pengemasan, dan peasaran hasil.

TUJUAN

1 Memberikan bekal kemampuan kepada peserta dibidang teknologi proses, pengolahan hasil, dan pemasaran produk-produk kelapa terpadu
2. Memberikan pengalaman kepada peserta dalam mengembangan produk-produk kelapa yang mempunyai daya serap pasar tinggi..



MATERI DAN NARA SUMBER

Materi terdri dari 25 % teori dan 75% praktek di lapangan/industri

Materi Pelatihan Meliputi:
• Penanaman nilai-nilai kewirausahaan sebagai sikap dasar kemandirian masyarakat

• Teknologi Proses : Pengolahan Virgin Coconut oil (VCO) dan Minyak Goreng Sehat,

• Teknologi Proses : Pengolahan Tempurung Kelapa (Briket dan Asap Cair) dan aplikasinya sebagai bahan pengawet alami

• Teknologi Proses : Pengolahan Air kelapa menjadi Natadecoco

• Standar produk dan Quality control

• Pengemasan Produk dan labelling

• Proses dan prosedur perijinan Produk

• Pengemasan dan strategi pemasaran produk

NARA SUMBER

Narasumber dari Coconut Center Indonesia yang memilki pengalaman nasional dan internasinal dibidang pengolahan kelapa terpadu

INFORMASI UMUM

Waktu Pelaksanaan
Angkatan 125 : 3 – 4 Nopember 2010
Angkatan 126 : 24 – 25 Nopember 2010
Angkatan 127 : 15 – 16 Desember 2010
Angkatan 128 : 28 -29 Desember 2010

Karena semakin banyaknya respon terhadap pelatihan ini, kami pada tahun 2011 ini kembali membuka pelatihan Teknologi Pengolahan Kelapa Terpadu Berbasis Masyarakat, adapun jadwal dan pelaksanaannya sementara dapat ditentukan oleh peserta Diklat

Biaya : 2.000.000 ( biaya meliputi mater diklat, sertifikat dan konsumsi dan akomodas selama 2 malam) ditransfer ke :
PST Pengolahan Kelapa TPD. CV. No. Rek Bank BCA Cabang Jogjakarta
Tempat : In Class Training : PUSDIKLAT REPINDO
In Field Trainng : Centra Pengolahan Kelapa Terpadu CV. PPKT
Alamat Pendaftaran : Jl. Nitikan 9 Yogyakarta tlp/fax 0274 372376 email: arief_repindo@yahoo.co.id
cp. Arif Nugroho 08562565965


Kriteria Peserta : Utusan Pemerintah Daerah ( Dinas Perkebunan, Dinas Perindag, dsb) BUMN, Swasta, CSR & PKBL Perusahaan

Minggu, 22 Agustus 2010

Jaring Sabut Kelapa Cocomesh, Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa yang Terbuang


Banyak tulisan atau promosi mengenai Cocomesh (Jaring sabut kelapa), seperti telah dijelaskan di tulisan sebelumnya bahwa cocomesh adalah sabut kelapa yang dibuat tali kemudian dianyam. yang berfungsi sebagai media reklamasi lahan.

pada tulisan ini, saya tidak akan banyak bercerita mengenai pemanfaatan cocomesh tersebut, tetapi hanya ingin berbagi pengalaman dan ilmu mengenai pemanfaatan sabut kelapa yang terbuang sia - sia ini.

Akhirnya saya menemukan semangat untuk menulis tentang penghijauan kembali menggunakan cocomesh (jaring sabut kelapa) setelah ada SKH Kontan (Kompas Gramedia Group) mewawancari saya beberapa yang lalu http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/46769/ (silakan klik), namun ada yang kurang pas mengenai omzet yang didapat, terlalu besar untuk ukuran 300-400 juta, tidak atau belum sebanyak itulah..... hahahahahaa....
tapi ya gk masalah apabila dapat omzet sebesar itu. Amien.... Alhamdulillah !!!
Setelah saya merintis usaha cocomesh pertama kali, banyak serangan-serangan yang mengatasnamakan CV. PPKT membuka hal yang sama, istilahnya hanya IKUT-IKUTAN, tanpa ngerti apa-apa yang sifatnya hanya TRADING tanpa melakukan Pembinaan ke masyarakat sama sekali, dia hanya menerima jadinya saja.

Banyak kritikan dari teman-teman dikantor, mengenai orang yang hanya ikut-ikutan, memang dulunya adalah karyawan dikantor saya, tetapi tanpa ada alasan yang jelas dia keluar dan mendirikan hal yang sama, itu sama saja menikam dari belakang dan kita sebut dengan PENGECUT.... PENCURI....
saya mohon maaf banget lah bagi yang merasa... tapi memang kenyataannya seperti itu.

Okelah saya lanjutin lagi bagi-bagi cerita dan ilmu saya mengenai cocomesh ini


.....Saya telah melakukan perjalanan dinas, mulai dari Sumatera di Medan, Pekan Baru (Indragiri Hilir, Bengkalis) Lampung, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Sulawesi, NTT untuk melatih pengolahan kelapa terpadu yang berbasis masyarakat. Pertama kali yang saya liat di tiap-tiap daerah tersebut adalah belum termanfaatkannya secara maksimal sabut kelapa tersebut, di sebagian daerah hanya dibakar, atau ada juga yang bahkan dibiarkan menumpuk begitu saja, ada juga pengepul yang meng-eksport sabut tersebut dengan mengurainya terlebih dahulu.

Semakin berkembangnya teknologi tidak semata-mata mematikan usaha industri yang berbasis kerakyatan, buktinya hasil dari petani kelapa dan pengrajin sabut kelapa binaan kami telah berhasil memasuki pasar untuk di berbagai lahan tambang seperti Freeport, Chevron Geothermal, Duta Graha dan banyak lagi. itu semua dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan sabut kelapa menjadi cocomesh.

Apabila ada yang berminat untuk mengembangkan sentra usaha sabut terpadu berbasis cocomesh dapat menghubungi kami di :

COCONUT CENTER INDONESIA (CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu)
Jl. Nitikan Baru 9 Jogjakarta
Telp (0274) 372376
Kontak person : Arief (08562565965)
Kami akan meberikan informasi selengkapnya.

Jumat, 18 Juni 2010

PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK MELALUI PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI PENGOLAHAN SABUT KELAPA MENJADI COCOMESH BERBASIS MASYARAKAT















Industri Sabut Kelapa Berbasis Masyarakat

Teknologi Pabrikan, Peralatan Canggih, Tenaga Kerja yang terampil, Pabrik yang besar dan luas belumlah jaminan dalam rangka pengembangan industri menjadi lebih baik dan maju.
Sebenarnya industri yang real atau nyata dan moderen adalah industri yang berbasis masyarakat dengan pemanfaatan POTENSI LOKAL yang ada, dimana seluruh rangkaian proses produksi melibatkan anggota masyarakat. Efek dari industri yang berbasis masyarakat banyak sekali, seperti :
- Terciptanya lapangan pekerjaan lokal, otomatis akan mengurangi angka urbanisasi
- Pemberdayaan masyarakat
- Nilai tambah ekonomi
- Mata pencaharian masyarakat
- Mengurangi mekanisasi peralatan

Seperti Industri yang kami kembangkan saat ini adalah Pengolahan Sabut Kelapa menjadi Cocomesh (Jaring Sabut Kelapa) dimana pengolahannya melibatkan puluhan ibu-ibu dan pengangguran di desa. Dan bukan main-main efek yang seperti saya jelaskan diatas, kemampuan produksi kami jauh diatas Industri Pabrikan, dengan ukuran Standart 1 roll Cocomesh : 2 x 20m ; 2 x 25m dll, dalam satu bulan bisa menghasilkan 500 - 600 Roll.



Hasil dari sentra Industri ini, produk kami telah digunakan di Perusahaan Tambang seperti : PT. Freeport Indonesia, Berau Coal, Unitek Borneo dll. Selain itu juga kami telah berhasil mengirim Cocomesh ke Medan dalam Proyek Martabe Access Road di Sumatera Utara.

Tetapi kami merasa, ketika sentra kami sudah berhasil didirikan dan dibina, banyak orang yang mengaku telah membina, padahal sama sekali tidak pernah ikut campur dalam proses pengembangan Cocomesh (Jaring Sabut Kelapa), Yang mereka lakukan adalah TRADING semata.












HARGA COCOMESH UNTUK PEMESANAN SAAT INI ADALAH RP. 6.500,-/M2.




Untuk pemesanan dapat menghubungi :
Sentra Usaha Sabut Terpadu :
Jalan Jambon Perumahan Baturan Asri II No. 9
Pusat Pengolahan Kelapa
Telp (0274) 6415004
HP. 08562565965
Email : arief_repindo@yahoo.co.id

Kamis, 29 April 2010

CV. PUSAT PENGOLAHAN KELAPA TERPADU


Adalah lembaga resmi, bukan perorangan.
CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu / COCONUT CENTER satu-satunya lembaga pemerhati dan riset mengenai pengolahan kelapa terpadu yang berbasis masyarakat di Jogjakarta, bekerjasama dengan REPINDO Training Center yang beralamat di Jl. Nitikan Baru 9 Jogjakarta. untuk itu kami menghimbau kepada semua pihak untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang sedang marak akhir-akhir ini.
Kedua lembaga ini telah berhasil mengembangkan sentra pengolahan kelapa terpadu di daerah penghasil kelapa di Indonesia.
Banyak hasil riset yang telah dikembangkan mengenai pengolahan kelapa,
dan banyak juga perorangan ataupun lembaga yang mengaku dan mengatasnamakan karyawan CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu untuk memajukan bisnisnya sendiri. dan ikut-ikutan mengadakan PELATIHAN ATAU TRAINING mengenai pengolahan kelapa terpadu di Jogjakarta,

Untuk itu kami menghimbau kepada para pembaca untuk waspada. dan satu-satunya Blog yang milik REPINDO dan CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu adalah di :

www.pelatihanrepindo.blogspot.com

Informasi lebih jauh dapat menghubungi :
CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu
Jl. Nitikan Baru 9 Jogjakarta
Telp/fax (0274)372376
Kontak Person : Arief (08562565965)

Kami akan memberikan penjelasan yang sedetail-detailnya mengenai hasil riset dan pengembangan produk kelapa yang berbasis masyarakat.
Mulai dari pengolahan Sabut Kelapa sampai air kelapa.

Rabu, 21 April 2010

JUAL : COCOMESH / JARING SABUT KELAPA


Spesifikasi :
- Tebal Tambang ; 0,5 cm
- Ukuran : 2 x 20 m; 2 x 25 m; 2 x 50 m; (dan tergantung permintaan)
- Sabut geotextiles, bahan organik untuk aplikasi ramah lingkungan, anti-erosi, tahan lama, selimut untuk pengerjaan jalan, tahan lama, konstruksi sipil, pertanian, dan pembibitan

Fungsi :
Sebagai media Reklamasi lahan dan pencegah erosi

Harga : Rp. 8.500/meter persegi. (negotiable)

Kontak : Arief (08562565965)

Kami sebagai lembaga Riset Perkelapaan telah diakui oleh Pemerintah, Swasta dan Nasional, CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu yang beralamat di Jl. Nitikan Baru 9 Jogjakarta, adalah lembaga resmi, sehingga menjamin mutu dan kualitas produk olahan kelapa.
Bukan perorangan yang belum dapat diakui kebenarannya
Kami telah berpengalaman mengirim Cocomesh ke : Martabe Access Road di Martabe Sumatera Utara, PT. Freeport Indonesia, dan Mengembangkan Sentra Cocomesh di Berau Coal, Berau Kaltim.

Senin, 15 Maret 2010

Proyek Cocomesh di Berbagai Sektor Usaha



Cocomesh/Coirnett/Jaring Sabut Kelapa

Sangat banyak sekali manfaatnya, sampai tulisan ini diposting permintaan akan cocomesh terus mengalir, dari perusahaan tambang, kontraktor sampai permintaan untuk weeding Organizer.

Sebagai aplikasi di perusahaan tambang jelaslah dapat digunakan sebagai reklamasi lahan untuk mencegah erosi, longsor dan penghijauan. Cocomesh juga digunakan sebagai lapisan jalan sebelum di aspal agar aspal tidak pecah - pecah atau retak sehingga aspal bisa tahan lebih lama. Selain itu pada permintaan untuk weeding organizer, cocomesh (jaring sabut kelapa) digunakan sebagai hiasan pada koridor - koridor tenda.



Diatas adalah foto saya dengan latar cocomesh siap kirim ke Kaltim

Cocomesh yang bisa disebut sebagai Geo-Jute adalah produk olahan dari sabut kelapa dengan teknologi yang sangat sederhana.
Kami menyediakan Cocomesh dengan berbagai ukuran, mulai dari :

2 x 20 m
2 x 25 m
2 x 50 m.

Ukuran tersebut adalah ukuran berdasarkan permintaan buyer, kami menyediakan ukuran berdasarkan permintaan.

Sedangkan harga yang kami tawarkan adalah
Rp. 8.500,-/meterpersegi.
(FOB Jogjakarta)


Kami telah berpengalaman mengirim cocomesh ke PT. Freeport Indonesia, perusahaan tambang di Kalimantan Timur, dan Proyek Access Road di Martabe Sumatera Utara, Berau Coal, dan Unitek Borneo Kalimantan Timur

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
Arief (08562565965)
CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu Jogjakarta

Jumat, 26 Februari 2010

COCOMESH SABUT KELAPA sebagai MEDIA REKLAMASI LAHAN

Bekas lahan tambang yang banyak tersebar di wilayah Indonesia, seperti di Papua, Pangkal Pinang, Halmahera, Kalimantan membutuhkan reklamasi segera untuk mengurangi dampak resiko yang lebih parah.

Kerusakan lingkungan di bekas lahan tambang, telah mengganggu sistem ekosistem alam disekitarnya. Langkah penghijauan/reklamasi seperti menebarkan jaring alami atau dikenal dengan geotextile net, merupakan langkah yang paling maju sebagai upaya reklamasi tambang. Geotextile net terbuat dari serat sabut kelapa yang dibentuk seperti jaring dengan ukuran mesh tertentu. Istilah yang muncul kemudian dari geotekstil net adalah Cocomesh.

Langkah reklamasi dengan menggunakan geotekstil net atau Cocomesh, memiliki keunggulan antara lain :
  1. Bahan terbuat dari 100% bahan alami
  2. Bahan ini mampu menyimpan air dalam jumlah yang cukup
  3. Memiliki ketahanan yang cukup terhadap cuaca, sehingga mampu bertahan selama lebih dari 1 tahun
  4. Ramah lingkungan, tidak menimbulkan sampah baru
  5. benih tanaman yang disebar di antara geotekstil net mudah tumbuh, dan akan menempel di serat-seratnya.
Penggunaan Cocomesh telah diakui oleh international sebagai salah satu alternativ reklamasi lahan bekas tambang dan efekti mampu menghijaukan lahan bekas tambang. Lihat gambar di bawah ini, langkah pemasangan Cocomesh.


Cocomesh yang sudah ditumbuhi tanaman

Kamis, 25 Februari 2010

PELATIHAN PENGOLAHAN VIRGIN COCONUT OIL MENJADI PRODUK MINYAK GORENG BERKUALITAS

Program pengembangan masyarakat melalui pemberdayaan petani kelapa dengan mengolah VCO menjadi minyak goreng saat ini sangatlah tepat, karena 2 tahun yang lalu VCO di Indonesia sempat Booming, namun banyaknya masyarakat yang memproduksi VCO tidak ada serapan pasar yang bagus, selain itu harga VCO yang tinggi tidak bisa menjangkau semua kalangan.

Untuk itu kami menawarkan paket program Pengembangan Lanjutan Pengolahan VCO menjadi Minyak Goreng Berkualias, tanpa proses Kopra, karena setiap masyarakat pasti mengkonsumsi Minyak Goreng.

Program ini kami tujukan kepada Pemerintah Daerah, Swasta, Instansi ataupun perseorangan yang ingin mendalami lebih lanjut bisnis ini.
Kami menyediakan konsultansi, pendidikan dan pelatihan, serta penawaran Peralatan Pengolahan VCO menjadi Minyak Goreng.


Adapun minyak goreng kami adalah bermerk BIO Virgin yang bisa didapat kan di :
CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu
Jl. Nitikan Baru 9 Jogjakarta
Contact Person : Arief (08562565965)

Selasa, 16 Februari 2010

Alasan Kenapa Kita Segera Beralih ke Minyak Goreng Kelapa....


Minyak kelapa mengandung sumber MCFA (Medium Chain Fatty Acids) alami yang paling terkonsentrasi.
Tahukah Anda bahwa dengan mengganti minyak nabati lain (misal: minyak kedelai, minyak jagung) dengan minyak kelapa dalam makanan akan membantu meningkatkan penurunan berat badan?!

Penggunaan minyak nabati sulingan, yang biasa dijual bebas di mana-mana dengan merek terkenal dan jaminan non-kolesterol, sesungguhnya meningkatkan penambahan berat badan. Bukan hanya karena dari kandungan kalorinya, tetapi karena efeknya yang berbahaya pada tiroid (kelenjar yang mengendalikan metabolisme). Minyak nabati tak jenuh ganda menekan aktivitas tiroid, sehingga memperlambat laju metabolik—sangat berlawanan dengan minyak kelapa. Mengkonsumsi minyak tak jenuh ganda, seperti minyak kedelai, akan lebih menyebabkan penambahan berat badan dibandingkan lemak jenis lain, bahkan lebih dari lemak sapi dan lemak babi.

Menurut Ray Peat, Ph.D., seorang ahli endokrinologi yang mengkhususkan diri pada ilmu hormon, minyak tak jenuh memblokir sekresi hormon tiroid, mengganggu pergerakannya dalam sirkulasi, dan juga mengganggu respons jaringan terhadap hormon ini. Bila hormon tiroid berkurang, metabolisme menjadi lebih lambat. Intinya, minyak tak jenuh ganda merupakan lemak tinggi kalori yang meningkatkan penambahan berat badan lebih daripada lemak jenis lain.

Petani selalu mencari cara untuk menggemukkan ternaknya karena hewan dengan ukuran tubuh lebih besar membawa keuntungan lebih besar. Dalam mempersiapkan penjualan ternak Di Amerika, lemak dan minyak digunakan sebagai tambahan dalam makanan hewan untuk meningkatkan berat badan lebih cepat. Pada awalnya,lemak jenuh tampak sebagai pilihan yang baik untuk menggemukkan ternak, jadi peternak babi mencoba memberikan produk kelapa pada ternaknya dengan maksud ini, tetapi saat ditambahkan pada makanan hewan, para babi mengalami penurunan berat badan!

Justru, dilain kesempatan, petani menemukan bahwa kandungan minyak yang sangat tak jenuh ganda pada jagung dan kedelai, dengan cepat melakukan yang tidak dilakukan oleh minyak kelapa. Hewan yang diberi makan jagung dan kedelai mengalami kenaikan berat badan dengan cepat dan mudah. Alasan mengapa minyak ini bekerja lebih baik dalam menggemukkan ternak adalah karena minyak ini menekan fungsi tiroid, menurunkan laju metabolik hewan. (Kedelai khususnya tidak baik karena mengandung goitrogen [zat antitiroid].) Mereka dapat makan lebih sedikit makanan dan mengalami kenaikan berat badan!

Banyak orang yang berada dalam situasi yang sama. Setiap kali mengkonsumsi minyak tak jenuh ganda, kelenjar tiroid kita diserang dan kehilangan kemampuannya untuk berfungsi normal. Kenaikan berat badan adalah salah satu akibatnya.

Peneliti di McGill University, Kanada, menemukan bahwa jika Anda mengganti semua jenis minyak dalam makanan Anda yang terbuat LCFA (Long Chain Fatty Acids) seperti minyak kedelai, minyak canola, minyak safflower, dan yang sejenisnya, dengan minyak kelapa yang adalah MCFA, ini bisa membantu Anda kehilangan 36 pound kelebihan lemak setiap tahun. Hal ini terjadi tanpa mengubah pola makan dan tanpa mengurangi jumlah kalori yang Anda makan. Yang harus Anda lakukan hanyalah mengubah jenis minyak yang Anda konsumsi.

Menambahkan kelapa dalam makanan dan mengganti minyak untuk memasak dengan minyak kelapa dapat menjadi cara yang hebat untuk membantu Anda mengurangi kelebihan lemak tubuh. Tetapi ingat bahwa walaupun minyak kelapa dapat mempercepat metabolisme kalori dan lemak dalam tubuh, jika Anda makan BERLEBIHAN, berat badan Anda masih tetap akan tinggi. Cara terbaik untuk menurunkan berat badan dengan minyak kelapa adalah menambahkannya dalam pola makan yang wajar.

Kami membuka kesempatan kepada instansi pemerintah (Dinas perkebunan, perindag dsb), swasta, untuk belajar Mengolah minyak Goreng Kelapa berbasis masyarakat, kami menyediakan Konsultansi dan Peralatan Teknologi Tepat Guna

Informasi lebih jauh dapat menghubungi :

Coconut Center Indonesia sebagai satu-satunya lembaga (Bukan perorangan) yang telah berpengalaman membina KUB PERKASA di Jogjakarta sebagai KUB percontohan yang telah dikembangkan diberbagai daerah penghasil kelapa di Indonesia, banyak duplikasi KUB yang telah dibina oleh Coconut Center untuk Pengembangan Kelapa Terpadu Berbasis Masyarakat di Indonesia

Arief (08562565965)

Referensi: Coconut Oil Miracle (Terjemahan Indonesia), Bruce Fife, C.N., ND. Hal. 144, 145, 149-151