Sabtu, 29 Oktober 2011

COCOMESH YANG MENDAPAT PENGAKUAN DARI BRITISH COUNCIL DAN LRQA



Terkait dengan isu dan wacana mengenai Perubahan Iklim (climate change) yang berdampak pada kondisi lingkungan seperti : bencana alam, kerusakan lingkungan perusakan lapisan ozon, dan sebagainya,
BRITISH COUNCIL bekerjasama dengan LRQA semacam lembaga akreditasi Internasional memilih kami CV SABUT MANDIRI sebagai mitra kerjasama yang berkaitan dengan pengembangan dan pengolahan sabut kelapa menjadi Cocomesh sebagai media reklamasi lahan bekas tambang.

Perusahaan Tambang di Indonesia banyak sekali jumlahnya, mulai dari Pertambangan minyak, batu bara, mineral dan sebagainya.
Perusahaan - perusahaan tersebut mengeksplorasi lahan untuk diambil tambangnya dengan cara merusak lapisan tanah, hijauan dan topografi.
Apabila eksplorasi tanpa reklamasi akibatnya adalah banjir, bencana alam longsor, karean rusaknya lapisan atas tanah, sabut kelapa merupakan media yang sangat aman karena 100% merupakan serat alami, biodegradable, menyerap air.

Pengakuan dari British Council tersebut dengan di berikannya dana Hibah untuk pengembangan usaha/modal sebesar 4000GBP setara dengan Rp. 60 juta.
Banyak alasan mengapa BRITISH COUNCIL memilih kami SABUT MANDIRI mendapatkan pengakuan tersebut, salah satunya antara lain :
- Produk Cocomesh kami bermanfaat untuk lingkungan terutama lahan bekas tambang
- Produk Cocomesh kami memperkerjakan masyarakat banyak yang merupakan program dari SABUT MANDIRI : karena sabut masyarakat petani bisa hidup mandiri dalam rangka pemberdayaan masyarakat setempat

- Produk Cocomesh kami telah digunakan di beberapa perusahaan tambang : Chevron Geothermal Indonesia di Garut, Leighton, ADARO ENVIROCOAL, Agincourt Resources, TOTAL E&P Berau Coal, RBH (Riau Baraharum Coal) dan beberapa perusahaan tambang lainnya.

Untuk itu kami sangat berterima kasih karena produk Cocomesh kami mendapatkan kepercayaan dari Lembaga Internasional BRITISH COUNCIL dan LRQA,

Untuk informasi pemesanan Cocomesh dapat menghubungi :
CV.SABUT MANDIRI
JL. Mangkuyudan No. 43 Jogjakarta
www.sabutmandiri.com
Contact person : arief (08562565965(

Minggu, 27 Februari 2011

Coir Geotextile (Coir Netting) function to reclamation, landslide, and slope


Geotextile / Coir Netting / Cocomesh


have been known to reduce soil erosion and is used for bioengineering and slope stabilization applications globally due to the mechanical strength necessary to hold soil together. It is been proven that CGgeo™(Geotextiles) last for approximately 3 - 5 years depending on the weight, and by the time the product degrades, it converts itself it to humus, which enriches the soil.

Benefits of Coir Geotextiles (Coir netting)
• 100 % Natural fibre, extracted from coconut husk
• Adds organic material to soil
• Promotes vegetative growth
• 100% Bio-degradable and environmentally friendly
• Tough, durable, versatile and resilient
• High tear-strength resistance
• Easy to install / maintain / patch-up.
• Follows the contour of the soil surface.
• Hygroscopic properties(absorbing or attracting moisture from the air)
• High tensile strength

Application on Cocomesh depends on five criteria:
• Rainfall
• Type of soil
• Slope
• Climate
• Purpose for use

Usage of Coir Geotextiles (Coir netting)
• Stream/River bank protection
• Shoreline stabilization
• Storm water channels
• Slope stabilization in railway cutting and embankments
• Separation application in rural roads, railways, parking and storage areas and Storm shuttering
• Reinforcement of rural unpaved roads, temporary walls Providing sub base layer in road pavement
• Filtration in road drains and land reclamation
• Containment of soil and concrete as temporary seeding et
• Concrete column curing
• Waste protection and greening Forestry re-vegetation
• Highway cut and fill slopes
• Control of shallow mass waste and gully erosion
• As sound barrier and Mine site reclamation
• UV protection for under earth crops
• Roof top greening & landscaping
• Protection from wind erosion and Wetland environments
• Mulching, antiweed, vegetative water channels
• Plant and tree protective systems

For Further info :
Please contact us in :

Sabut Mandiri
Jl. Jambon Baturan Asri II No. 9
Telp (0274)6415004
HP. 08562565965.
email : arief_repindo@yahoo.co.id
www.sabutmandiri.com
www.pelatihanrepindo.blogspot.com

Jumat, 18 Februari 2011

Cara Kerja Cocomesh Terhadap Lahan Bekas Tambang



Sistem Kerja Cocomesh - Coirnet

Area yang telah mengalami bukaan dan kegiatan pertambangan, sangat umum mengalami erosi akibat hilangnya vegetasi penutup yang menahan endapan dan air larian (run-off). Selain itu, kegiatan pertambangan bisa mengakibatkan perubahan struktur lahan menjadi area dengan potensi erosi yang lebih tinggi dari sebelumnya bahkan dengan potensi longsor akibat perubahan kemiringan lahan yang semakin curam.

Dalam mengendalikan erosi dan endapan akibat pembukaan lahan, menggunakan berbagai teknologi dan metode untuk menciptakan penghalang atau penahan untuk menggurangi energi erosi yang diakibatkan yang disesuaikan dengan keadaan lahan yang terdapat pada area kerja. Beberapa teknik yang dipergunakan beserta fungsinya yaitu:

Jaring jerami (jute net), selimut coir (Coir blanket), penggunaan serat kelapa (Coco fiber); untuk menyaring dan menahan endapan yang mengalir bersama aliran air pada permukaan tanah
Pagar bambu (bamboo fence), Rock Cek Dam; selain untuk menahan endapan yang mangalir bersama air permukaan, juga berfungsi untuk mempertahankan struktur tanah disekitarnya. Terkadang digunakan pula pagar kayu untuk struktur tanah yang lebih curam dan berpotensi tinggi mengalami erosi atau bahkan longsor.
Penutupan dengan menggunakan pelapisan jerami (hay mulch), yang berfungsi untuk menahan terangkatnya sediment dari permukaan akibat aliran air dan angin, juga berfungsi untuk menahan sebagian dari kelembaban tanah agar tidak terevaporasi yang diakibatkan tereksposenya tanah terhadap sinar matahari.
Terdapat beberapa teknik lain yang kami pergunakan yang sangat bergantung pada keadaan area kerja. Penggunaan teknik untuk pengendalian erosi dan endapan juga didiskusikan agar sesuai dengan keinginan dan harapan klien.

Klien kami seperti : Chevron Geothermal Indonesia di Garut melalui PT Green Planet Indonesia, Martabe Gold Mining melalui Duta Graha Indonesia, TOTAL E&P melalui Antasena Rekayasa Mandiri, dan beberapa perusahaan tambang lainnya.

Hubungi kami di :
Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu
Sabut Mandiri
Ruko Puluh Dadi No. B35, Seturan Jogjakarta
Kontak : Arif (08562565965)
www.sabutmandiri.com

Rabu, 16 Februari 2011

Cocomesh, Produksi Tradisional, Konsumen International



Cocomesh Produksi Jogja, untuk Dunia,,,,,,

Banyak sekali yang mengaku aku sebagai pusat produksi cocomesh di jawa, akan tetapi beberapa lembaga tersebut adalah pecahan dari CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu yang merupakan Holding dari Pengolahan Kelapa secara Umum di Indonesia, banyak riset yang telah dilakukan oleh CV, Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu, salah satunya Cocomesh (jaring sabut kelapa) tetapi ada beberapa tulisan yang mengatasnamakan sebagai produsen terbesar, padahal intinya hanya trading semata, tanpa terlibat dari awal mengenai pemberdayaan dan riset tersebut, tidak lain hanya menusuk dari belakang.

Bagi kami pribadi tidak menjadikan masalah, karena pesaing adalah salah satu yang memajukan usaha kita, tetapi jika dengan cara yang tidak etis, saya rasa tidak akan lama usaha tersebut berkembang.

terkait dengan judul diatas, adalah memang benar jika produksi kami dikerjakan secara masal yang melibatkan ibu-ibu, pemuda pengangguran sebagai bentuk tanggungjawab kami, karena kelapa di Indonesia dikelola 90% oleh petani, harapan kami petani mendapatkan nilai tambahnya, bukan sekedar menjual gelondongan kelapa saja,
akan tetapi hasil dari produksi kami sudah dapat di gunakan oleh beberapa perusahaan tambang seperti : Freeport Indonesia, Chevron Geothermal Garut, PT Agricourt Recource, Duta Graha Indonesia, CV SMU dan beberapa perusahaan tambang dan enviro lainnya di Indonesia.

Untuk itu, kami menghimbau kepada beberapa pelanggan kami dan perusahaan pengguna cocomesh yang mengambil dari jogjakarta, secara resmi dapat menghubungi kami di
CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu Jogjakarta.
Kontak : saudara Arif (08562565965)

Sabtu, 25 Desember 2010

Sabut Kelapa Mulai diminati Perusahaan Tambang, Sebagai Media Reklamasi Lahan Kritis.

Sabut kelapa adalah lapisan terluar dari buah kelapa,
Pernahkah kita membayangkan atau paling tidak sedikit berfikir pabila buah kelapa yang terjatuh dari ketinggian pohonnya ternyata buah kelapa tersebut tidak pecah?

Ya memang, sudah suratan takdir yang Maha Sempurna. Karena buah kelapa tersebut diselimuti dan dilindungi oleh sabut kelapa yang tersusun sangat rapi sekali.

Sabut kelapa ini memberikan proteksi (melindungi) dan sifatnya yang sangat elastis, tidaklah salah jika kendaraan mewah di Eropa sudah menggunakan sabut kelapa sebagai jok mobil Mercedez Benz, Audi, dll. selain itu, spring bed yang sehat juga sudah mulai beralih ke produk yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, karena ramah lingkungan.

Saat ini kita mengenal sabut kelapa hanya dibuat keset, kerajinan dan produk sederhana lainnya yang menurut saya pangsa pasar yang masih sangat kecil.

Coconut Center Indonesia (CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu) telah mengembangkan berbagai produk turunan dari sabut kelapa, seperti : kasur, bantal, matras (sebutret) dan produk unggulan saat ini adalah COCOMESH (Jaring Sabut Kelapa).

Produk kami ini tetap menitikberatkan pada industri yang berbasis masyarakat, dimana produksi secara massal dengan melibatkan petani kelapa dan ibu - ibu PKK sebagai aspek pada pemberdayaan ke masyarakat sehingga mempunyai nilai tambah yang cukup significant.

Cocomesh adalah jaring yang dibuat dari sabut kelapa telah menjadi primadona dalam membantu proses reklamasi tambang, pantai, atau hutan.
Sifatnya yang biodegradable dan kuat, membantu mempermudah tumbuhnya tanaman baru pada bidang Cocomesh yang diletakkan di tanah bekas tambang.
Pemanfaatan Cocomesh telah terbukti mampu menghijaukan areal bekas tambang, atau hutan gundul.
Selain itu juga cocomesh dapat digunakan sebagai lapisan landasan awal dudukan jalan sebelum di aspal, agar aspal atau jalan tidak pecah dan retak - retak.

Tidak main - main dan tanggung - tanggung, perusahaan besar seperti CHEVRON GEOTHERMAL (Garut), FREEPORT (Papua), MARTABE ACCESS ROAD (Sumut), BERAU COAL (Kaltim) telah menjadi mitra bisnis kami hingga saat ini untuk media reklamasi bekas tambang di lahan perusahaan tersebut.
Jika anda ingin mengetahui, dan mendapat informasi yang jelas dapat menghubungi kami di :
CV. PUSAT PENGOLAHAN KELAPA TERPADU / SABUT MANDIRI. Jalan Jambon, Baturan Asri II, No. 9 Jogjakarta. Contact : Arif (08562565965)

Kamis, 23 Desember 2010

Cocomesh (jaring sabut kelapa) media reklamasi lahan kritis

Cocomesh (jaring sabut kelapa)merupakan Media reklamasi bagi lahan kritis....

Pernahkah kita bayangkan dan berfikir buah kelapa yang jatuh dari ketinggian pohonnya, dan buah kelapa tersebut tidak pecah?

Ya, memang benar ketika buah kelapa tersebut jatuh dari ketinggian, ada pelindung lapisan kelapa yang paling luar, yaitu sabut kelapa, bahasa inggrisnya Sepet / tepes, kalau bahasa jawanya : cocofiber.

Sabut kelapa ini, jika kita tilik lebih jauh lagi, terdiri dari susunan serat-serat yang sangat rapi yang melindungi lapisan berikutnya yaitu Batok kelapa.
Nah, maka dari itu tidak salah Mobil - mobil mewah di eropa sudah menggunakan sabut kelapa untuk joknya, spring bed sudah beralih menggunakan sabut kelapa, yang kita kenal dengan Cocopillow, Rubberrized curl coir, dan sebagainya.

Kamis, 09 Desember 2010

COCOMESH (Jaring Sabut Kelapa) UNTUK CHEVRON GEOTHERMAL ENERGY DAN MARTABE ACCESS ROAD

PERKEMBANGAN PEMASARAN COCOMESH CV. PUSAT PENGOLAHAN KELAPA TERPADU

Sampai saat ini, pengiriman cocomesh guna memenuhi kebutuhan Project Martabe Access Road masih berlangsung, pengiriman keempat kali ini Alhamdulillah berjalan lancar, hanya saja sedikit terkendala di ekspedisi (truk).

Cocomesh di Project Martabe Access Road dipergunakan sebagai lapisan jalan agar tidak longsor. Sedangkan di Chevron Geothermal Energy di Garut, digunakan untuk lahan cutting (reklamasi lahan) pada kemiringan.

Setiap kebutuhan pada masing-masing instansi alhamdulillah kami selesaikan tepat pada waktu yang telah disepakati, sehingga ini menjadi keunggalan kami dalam kecepatan akan kebutuhan cocomesh di perusahan-perusahaan, selain itu kualitas yang terjamin dan pengalaman dari user yang merupakan perusahaan bonafid telah mengakui produksi cocomesh hasil binaan CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu adalah Jaminan Mutu.

Untuk itu, berdasarkan ketepatan waktu, kualitas dan pengalaman dari berbagai perusahaan besar yang telah bekerjasama dengan kami, kami menawarkan Cocomesh Jaring Sabut kelapa seharta Rp. 7.500,-/meter2.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Arif (08562565965)

COCOMESH (Jaring Sabut Kelapa) UNTUK CHEVRON GEOTHERMAL ENERGY DAN MARTABE ACCESS ROAD

PERKEMBANGAN PEMASARAN COCOMESH CV. PUSAT PENGOLAHAN KELAPA TERPADU

Sampai saat ini, pengiriman cocomesh guna memenuhi kebutuhan Project Martabe Access Road masih berlangsung, pengiriman keempat kali ini Alhamdulillah berjalan lancar, hanya saja sedikit terkendala di ekspedisi (truk).

Cocomesh di Project Martabe Access Road dipergunakan sebagai lapisan jalan agar tidak longsor. Sedangkan di Chevron Geothermal Energy di Garut, digunakan untuk lahan cutting (reklamasi lahan) pada kemiringan.

Setiap kebutuhan pada masing-masing instansi alhamdulillah kami selesaikan tepat pada waktu yang telah disepakati, sehingga ini menjadi keunggalan kami dalam kecepatan akan kebutuhan cocomesh di perusahan-perusahaan, selain itu kualitas yang terjamin dan

Selasa, 28 September 2010

Standarisasi Laboratorium Minyak Goreng Kelapa



(Foto Peralatan yang di order Mas Riza dan Foto Mas Riza melatih petani di daerahnya Kalbar)



Beberapa minggu yang lalu saya ditelpon oleh orang dari Pontianak, beliau menanyakan Program Pelatihan Pengolahan VCO menjadi Minyak Goreng, dari percakapan via telepon tersebut terlihat betapa semangatnya teman kita yang satu ini untuk datang ke Jogja (Coconut Center Indonesia) untuk mengikuti PELATIHAN yang kami selenggarakan. Riza Ali Hadad namanya.


Setelah pelatihan selama 2 hari, mas Riza tertarik untuk mengembangkan usaha Pengolahan Minyak Goreng Kelapa Berkualitas di daerahnya Pontianak, berbekal ilmu yang telah didapatkan dari Jogja.

Tidak tanggung-tanggung beliau pun order kepada kami 1 (satu) unit peralatan pengolahan Minyak menjadi minyak goreng dengan kapasitas 250liter/hari sebagai investasi pengolahan tersebut.

Produksi secara masal tetap dilakukan dengan melibatkan petani kelapa di berbagai kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, mas riza melatih para petani, ibu-ibu didaerahnya untuk memproduksi minyak, kami pun diundang ke Pontianak untuk melatih disanan, petani mulai mengumpulkan minyak hasil produksi, kemudian diolah di sentra pengolahan menjadi minyak goreng.

Diluar dugaan memang, hasil yang diperoleh sangatlah bagus (pengakuan mas riza, red)
beliau juga langsung menelpon saya kembali untuk meminta masukan mengenai minyak goreng hasil olahannya, saya pun menyarankan untuk mengirimkan sample hasil produksinya ke Jogja untuk di Uji Lab-kan di UGM....

Uji yang akan di laboratoriumkan adalah uji menurut Standart Nasional Indonesia (SNI) mengenai Minyak Goreng Kelapa, adapun hasilnya adalah sebagai berikut :


(Hasil Uji Laboratorium Minyak Goreng Kelapa Sehat Binaan Coconut Center di Kalbar)

adapun hasil uji menurut SNI (Standart Nasional Indonesia) adalah sebagai berikut :

Berdasarkan rumusan yang ada dari BSN (Badan Standarisasi Nasional) tentang minyak goreng tentang SNI Standar Nasional Indonesia yaitu SNI 01-3741-2002, SNI ini merupakan revisi dari SNI 01-
3741-1995, menetapkan bahwa stadar mutu minyak goreng kelapa antara lain :

No Kriteria uji Satuan Persyaratan
Mutu I Mutu II
1 Keadaan
1.1 Bau Normal Normal
1.2 Rasa Normal Normal
1.3 Warna Putih, kuning pucat sampai kuning

2 Kadar Air % b/b maks 0,1 maks 0,3

3 Bilangan asam mg KOH/gr maks 0,6 maks 2

4 Asam linoleat (C18:3) dalam komposisi asam lemak minyak % maks 2 maks 2

5 Cemaran logam

5.1 Timbal (pb) mg/kg maks 0,1 maks 0,1
5.2 Timah (Sn) mg/kg maks 40,0*/250 maks 40,0*/250
5.3 Raksa (Hg) mg/kg maks 0,05 maks 0,05
5.4 Tembaga (Cu) mg/kg maks 0,1 maks 0,1

6 Cemaran Arsen (As) mg/kg maks 0,1 maks 0,1

7 Minyak Pelikan** negatif negatif
Catatan * Dalam kemasan kaleng
Catatan ** Minyak pelikan adalah minyak yang tidak dapat disabunkan

Dapat disimpulkan bahwa hasil produksi dan teknologi yang kami berikan adalah jauh diatas rata-rata dari SNI. Selain telah mendapatkan Sertifikasi HALAL dari MUI, juga telah mendapatkan Uji Standarisasi Nasional dari BSN.

Sekarang tiada alasan lagi untuk beralih ke minyak goreng yang sehat, minyak goreng yang berkualitas, bukan sembarang minyak goreng.
Hubungi kami untuk mendapatkan Minyak GOreng : BIO VIRGIN untuk grade 1 dan VIRNA untuk Grade 2.

Selamat berkarya mas Riza...

"Semoga Nyiur Akan Tetap Melambai....."

By : Penulis (08562565965)

Kamis, 23 September 2010

PROGRAM PELATIHAN COCONUT CENTER 2010

DIKLAT
PENGOLAHAN KELAPA TERPADU



PENDAHULUAN


Saat ini Indonesia dikenal memiliki luas perkebunan kelapa terbesar di dunia yakni 3,712 juta Ha, sebagian besar merupakan perkebunan rakyat (96,6%) sisanya milik negara (0,7%) dan swasta (2,7%). Dari potensi produksi sebesar 15 milyar butir pertahun hanya dimanfaatkan sebesar 7,5 milyar butir pertahun atau sekitar 50% dari potensi produksi. Masih banyak potensi kelapa yang belum dimanfaatkan karena berbagai kendala terutama teknologi, permodalan, dan daya serap pasar yang belum merata.
Selain sebagai salah satu sumber minyak nabati, tanaman kelapa juga sebagai sumber pendapatan bagi keluarga petani, sebagai sumber devisa negara, penyedia lapangan kerja, pemicu dan pemacu pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, serta sebagai pendorong tumbuh dan berkembangnya industri hilir berbasis minyak kelapa dan produk ikutannya di Indonesia.
Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu (CV. PPKT) telah banyak melakukan riset aplikasi dan model-model pengembangan pengolahan kelapa secara terpadu di masyarakat. Berbagai produk yang telah dikembangkan diantaranya : Virgin Coconut Oil (VCO), minyak goreng sehat, biodiesel pengganti solar, bioethanol pengganti bensin, briket arang, asap cair sebagai bahan pengawet alami, natadecoco, aneka produk kerajinan dari sabut kelapa, dan aneka produk kosmetik dari VCO. Kesemua produk tersebut dapat diproses dengan mudah oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Selain riset dan pengembangan masyarakat, CV. PPKT telah mengembangan industri dan pemasaran hasil pengolaan kelapa serta mendapat sertifikasi baik dari sisi mutu produksi sepertai HACCP (sertifikat keamanan pangan internasioal), sertifikat Halal dari LPPOM MUI maupun sertifikat dan ijin edar dari BPOM. Pengalaman dalam bidang industri pengolahan inilah yang akan dijadkan bahan pembelajaran dalam Diklat Pengolahan Kelapa Terpadu. Dengan demikian peserta diklat diharapkan dapat menjadi praktisi bisnis produk-produk kelapa yang saat mimiliki daya serap pasar yang tinggi. CV. PPKT akan memandu peserta baik dibidang teknologo produksi, pengemasan, dan peasaran hasil.

TUJUAN

1 Memberikan bekal kemampuan kepada peserta dibidang teknologi proses, pengolahan hasil, dan pemasaran produk-produk kelapa terpadu
2. Memberikan pengalaman kepada peserta dalam mengembangan produk-produk kelapa yang mempunyai daya serap pasar tinggi..



MATERI DAN NARA SUMBER

Materi terdri dari 25 % teori dan 75% praktek di lapangan/industri

Materi Pelatihan Meliputi:
• Penanaman nilai-nilai kewirausahaan sebagai sikap dasar kemandirian masyarakat

• Teknologi Proses : Pengolahan Virgin Coconut oil (VCO) dan Minyak Goreng Sehat,

• Teknologi Proses : Pengolahan Tempurung Kelapa (Briket dan Asap Cair) dan aplikasinya sebagai bahan pengawet alami

• Teknologi Proses : Pengolahan Air kelapa menjadi Natadecoco

• Standar produk dan Quality control

• Pengemasan Produk dan labelling

• Proses dan prosedur perijinan Produk

• Pengemasan dan strategi pemasaran produk

NARA SUMBER

Narasumber dari Coconut Center Indonesia yang memilki pengalaman nasional dan internasinal dibidang pengolahan kelapa terpadu

INFORMASI UMUM

Waktu Pelaksanaan
Angkatan 125 : 3 – 4 Nopember 2010
Angkatan 126 : 24 – 25 Nopember 2010
Angkatan 127 : 15 – 16 Desember 2010
Angkatan 128 : 28 -29 Desember 2010

Karena semakin banyaknya respon terhadap pelatihan ini, kami pada tahun 2011 ini kembali membuka pelatihan Teknologi Pengolahan Kelapa Terpadu Berbasis Masyarakat, adapun jadwal dan pelaksanaannya sementara dapat ditentukan oleh peserta Diklat

Biaya : 2.000.000 ( biaya meliputi mater diklat, sertifikat dan konsumsi dan akomodas selama 2 malam) ditransfer ke :
PST Pengolahan Kelapa TPD. CV. No. Rek Bank BCA Cabang Jogjakarta
Tempat : In Class Training : PUSDIKLAT REPINDO
In Field Trainng : Centra Pengolahan Kelapa Terpadu CV. PPKT
Alamat Pendaftaran : Jl. Nitikan 9 Yogyakarta tlp/fax 0274 372376 email: arief_repindo@yahoo.co.id
cp. Arif Nugroho 08562565965


Kriteria Peserta : Utusan Pemerintah Daerah ( Dinas Perkebunan, Dinas Perindag, dsb) BUMN, Swasta, CSR & PKBL Perusahaan