Sabut kelapa adalah lapisan terluar dari buah kelapa,
Pernahkah kita membayangkan atau paling tidak sedikit berfikir pabila buah kelapa yang terjatuh dari ketinggian pohonnya ternyata buah kelapa tersebut tidak pecah?
Ya memang, sudah suratan takdir yang Maha Sempurna. Karena buah kelapa tersebut diselimuti dan dilindungi oleh sabut kelapa yang tersusun sangat rapi sekali.
Sabut kelapa ini memberikan proteksi (melindungi) dan sifatnya yang sangat elastis, tidaklah salah jika kendaraan mewah di Eropa sudah menggunakan sabut kelapa sebagai jok mobil Mercedez Benz, Audi, dll. selain itu, spring bed yang sehat juga sudah mulai beralih ke produk yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, karena ramah lingkungan.
Saat ini kita mengenal sabut kelapa hanya dibuat keset, kerajinan dan produk sederhana lainnya yang menurut saya pangsa pasar yang masih sangat kecil.
Coconut Center Indonesia (CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu) telah mengembangkan berbagai produk turunan dari sabut kelapa, seperti : kasur, bantal, matras (sebutret) dan produk unggulan saat ini adalah COCOMESH (Jaring Sabut Kelapa).
Produk kami ini tetap menitikberatkan pada industri yang berbasis masyarakat, dimana produksi secara massal dengan melibatkan petani kelapa dan ibu - ibu PKK sebagai aspek pada pemberdayaan ke masyarakat sehingga mempunyai nilai tambah yang cukup significant.
Cocomesh adalah jaring yang dibuat dari sabut kelapa telah menjadi primadona dalam membantu proses reklamasi tambang, pantai, atau hutan.
Sifatnya yang biodegradable dan kuat, membantu mempermudah tumbuhnya tanaman baru pada bidang Cocomesh yang diletakkan di tanah bekas tambang.
Pemanfaatan Cocomesh telah terbukti mampu menghijaukan areal bekas tambang, atau hutan gundul.
Selain itu juga cocomesh dapat digunakan sebagai lapisan landasan awal dudukan jalan sebelum di aspal, agar aspal atau jalan tidak pecah dan retak - retak.
Tidak main - main dan tanggung - tanggung, perusahaan besar seperti CHEVRON GEOTHERMAL (Garut), FREEPORT (Papua), MARTABE ACCESS ROAD (Sumut), BERAU COAL (Kaltim) telah menjadi mitra bisnis kami hingga saat ini untuk media reklamasi bekas tambang di lahan perusahaan tersebut.
Jika anda ingin mengetahui, dan mendapat informasi yang jelas dapat menghubungi kami di :
CV. PUSAT PENGOLAHAN KELAPA TERPADU / SABUT MANDIRI. Jalan Jambon, Baturan Asri II, No. 9 Jogjakarta. Contact : Arif (08562565965)
Sabtu, 25 Desember 2010
Kamis, 23 Desember 2010
Cocomesh (jaring sabut kelapa) media reklamasi lahan kritis
Cocomesh (jaring sabut kelapa)merupakan Media reklamasi bagi lahan kritis....
Pernahkah kita bayangkan dan berfikir buah kelapa yang jatuh dari ketinggian pohonnya, dan buah kelapa tersebut tidak pecah?
Ya, memang benar ketika buah kelapa tersebut jatuh dari ketinggian, ada pelindung lapisan kelapa yang paling luar, yaitu sabut kelapa, bahasa inggrisnya Sepet / tepes, kalau bahasa jawanya : cocofiber.
Sabut kelapa ini, jika kita tilik lebih jauh lagi, terdiri dari susunan serat-serat yang sangat rapi yang melindungi lapisan berikutnya yaitu Batok kelapa.
Nah, maka dari itu tidak salah Mobil - mobil mewah di eropa sudah menggunakan sabut kelapa untuk joknya, spring bed sudah beralih menggunakan sabut kelapa, yang kita kenal dengan Cocopillow, Rubberrized curl coir, dan sebagainya.
Pernahkah kita bayangkan dan berfikir buah kelapa yang jatuh dari ketinggian pohonnya, dan buah kelapa tersebut tidak pecah?
Ya, memang benar ketika buah kelapa tersebut jatuh dari ketinggian, ada pelindung lapisan kelapa yang paling luar, yaitu sabut kelapa, bahasa inggrisnya Sepet / tepes, kalau bahasa jawanya : cocofiber.
Sabut kelapa ini, jika kita tilik lebih jauh lagi, terdiri dari susunan serat-serat yang sangat rapi yang melindungi lapisan berikutnya yaitu Batok kelapa.
Nah, maka dari itu tidak salah Mobil - mobil mewah di eropa sudah menggunakan sabut kelapa untuk joknya, spring bed sudah beralih menggunakan sabut kelapa, yang kita kenal dengan Cocopillow, Rubberrized curl coir, dan sebagainya.
Kamis, 09 Desember 2010
COCOMESH (Jaring Sabut Kelapa) UNTUK CHEVRON GEOTHERMAL ENERGY DAN MARTABE ACCESS ROAD
PERKEMBANGAN PEMASARAN COCOMESH CV. PUSAT PENGOLAHAN KELAPA TERPADU
Sampai saat ini, pengiriman cocomesh guna memenuhi kebutuhan Project Martabe Access Road masih berlangsung, pengiriman keempat kali ini Alhamdulillah berjalan lancar, hanya saja sedikit terkendala di ekspedisi (truk).
Cocomesh di Project Martabe Access Road dipergunakan sebagai lapisan jalan agar tidak longsor. Sedangkan di Chevron Geothermal Energy di Garut, digunakan untuk lahan cutting (reklamasi lahan) pada kemiringan.
Setiap kebutuhan pada masing-masing instansi alhamdulillah kami selesaikan tepat pada waktu yang telah disepakati, sehingga ini menjadi keunggalan kami dalam kecepatan akan kebutuhan cocomesh di perusahan-perusahaan, selain itu kualitas yang terjamin dan pengalaman dari user yang merupakan perusahaan bonafid telah mengakui produksi cocomesh hasil binaan CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu adalah Jaminan Mutu.
Untuk itu, berdasarkan ketepatan waktu, kualitas dan pengalaman dari berbagai perusahaan besar yang telah bekerjasama dengan kami, kami menawarkan Cocomesh Jaring Sabut kelapa seharta Rp. 7.500,-/meter2.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Arif (08562565965)
Sampai saat ini, pengiriman cocomesh guna memenuhi kebutuhan Project Martabe Access Road masih berlangsung, pengiriman keempat kali ini Alhamdulillah berjalan lancar, hanya saja sedikit terkendala di ekspedisi (truk).
Cocomesh di Project Martabe Access Road dipergunakan sebagai lapisan jalan agar tidak longsor. Sedangkan di Chevron Geothermal Energy di Garut, digunakan untuk lahan cutting (reklamasi lahan) pada kemiringan.
Setiap kebutuhan pada masing-masing instansi alhamdulillah kami selesaikan tepat pada waktu yang telah disepakati, sehingga ini menjadi keunggalan kami dalam kecepatan akan kebutuhan cocomesh di perusahan-perusahaan, selain itu kualitas yang terjamin dan pengalaman dari user yang merupakan perusahaan bonafid telah mengakui produksi cocomesh hasil binaan CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu adalah Jaminan Mutu.
Untuk itu, berdasarkan ketepatan waktu, kualitas dan pengalaman dari berbagai perusahaan besar yang telah bekerjasama dengan kami, kami menawarkan Cocomesh Jaring Sabut kelapa seharta Rp. 7.500,-/meter2.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Arif (08562565965)
COCOMESH (Jaring Sabut Kelapa) UNTUK CHEVRON GEOTHERMAL ENERGY DAN MARTABE ACCESS ROAD
PERKEMBANGAN PEMASARAN COCOMESH CV. PUSAT PENGOLAHAN KELAPA TERPADU
Sampai saat ini, pengiriman cocomesh guna memenuhi kebutuhan Project Martabe Access Road masih berlangsung, pengiriman keempat kali ini Alhamdulillah berjalan lancar, hanya saja sedikit terkendala di ekspedisi (truk).
Cocomesh di Project Martabe Access Road dipergunakan sebagai lapisan jalan agar tidak longsor. Sedangkan di Chevron Geothermal Energy di Garut, digunakan untuk lahan cutting (reklamasi lahan) pada kemiringan.
Setiap kebutuhan pada masing-masing instansi alhamdulillah kami selesaikan tepat pada waktu yang telah disepakati, sehingga ini menjadi keunggalan kami dalam kecepatan akan kebutuhan cocomesh di perusahan-perusahaan, selain itu kualitas yang terjamin dan
Sampai saat ini, pengiriman cocomesh guna memenuhi kebutuhan Project Martabe Access Road masih berlangsung, pengiriman keempat kali ini Alhamdulillah berjalan lancar, hanya saja sedikit terkendala di ekspedisi (truk).
Cocomesh di Project Martabe Access Road dipergunakan sebagai lapisan jalan agar tidak longsor. Sedangkan di Chevron Geothermal Energy di Garut, digunakan untuk lahan cutting (reklamasi lahan) pada kemiringan.
Setiap kebutuhan pada masing-masing instansi alhamdulillah kami selesaikan tepat pada waktu yang telah disepakati, sehingga ini menjadi keunggalan kami dalam kecepatan akan kebutuhan cocomesh di perusahan-perusahaan, selain itu kualitas yang terjamin dan
Selasa, 28 September 2010
Standarisasi Laboratorium Minyak Goreng Kelapa
(Foto Peralatan yang di order Mas Riza dan Foto Mas Riza melatih petani di daerahnya Kalbar)
Beberapa minggu yang lalu saya ditelpon oleh orang dari Pontianak, beliau menanyakan Program Pelatihan Pengolahan VCO menjadi Minyak Goreng, dari percakapan via telepon tersebut terlihat betapa semangatnya teman kita yang satu ini untuk datang ke Jogja (Coconut Center Indonesia) untuk mengikuti PELATIHAN yang kami selenggarakan. Riza Ali Hadad namanya.
Setelah pelatihan selama 2 hari, mas Riza tertarik untuk mengembangkan usaha Pengolahan Minyak Goreng Kelapa Berkualitas di daerahnya Pontianak, berbekal ilmu yang telah didapatkan dari Jogja.
Tidak tanggung-tanggung beliau pun order kepada kami 1 (satu) unit peralatan pengolahan Minyak menjadi minyak goreng dengan kapasitas 250liter/hari sebagai investasi pengolahan tersebut.
Produksi secara masal tetap dilakukan dengan melibatkan petani kelapa di berbagai kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, mas riza melatih para petani, ibu-ibu didaerahnya untuk memproduksi minyak, kami pun diundang ke Pontianak untuk melatih disanan, petani mulai mengumpulkan minyak hasil produksi, kemudian diolah di sentra pengolahan menjadi minyak goreng.
Diluar dugaan memang, hasil yang diperoleh sangatlah bagus (pengakuan mas riza, red)
beliau juga langsung menelpon saya kembali untuk meminta masukan mengenai minyak goreng hasil olahannya, saya pun menyarankan untuk mengirimkan sample hasil produksinya ke Jogja untuk di Uji Lab-kan di UGM....
Uji yang akan di laboratoriumkan adalah uji menurut Standart Nasional Indonesia (SNI) mengenai Minyak Goreng Kelapa, adapun hasilnya adalah sebagai berikut :

(Hasil Uji Laboratorium Minyak Goreng Kelapa Sehat Binaan Coconut Center di Kalbar)
adapun hasil uji menurut SNI (Standart Nasional Indonesia) adalah sebagai berikut :
Berdasarkan rumusan yang ada dari BSN (Badan Standarisasi Nasional) tentang minyak goreng tentang SNI Standar Nasional Indonesia yaitu SNI 01-3741-2002, SNI ini merupakan revisi dari SNI 01-
3741-1995, menetapkan bahwa stadar mutu minyak goreng kelapa antara lain :
No Kriteria uji Satuan Persyaratan
Mutu I Mutu II
1 Keadaan
1.1 Bau Normal Normal
1.2 Rasa Normal Normal
1.3 Warna Putih, kuning pucat sampai kuning
2 Kadar Air % b/b maks 0,1 maks 0,3
3 Bilangan asam mg KOH/gr maks 0,6 maks 2
4 Asam linoleat (C18:3) dalam komposisi asam lemak minyak % maks 2 maks 2
5 Cemaran logam
5.1 Timbal (pb) mg/kg maks 0,1 maks 0,1
5.2 Timah (Sn) mg/kg maks 40,0*/250 maks 40,0*/250
5.3 Raksa (Hg) mg/kg maks 0,05 maks 0,05
5.4 Tembaga (Cu) mg/kg maks 0,1 maks 0,1
6 Cemaran Arsen (As) mg/kg maks 0,1 maks 0,1
7 Minyak Pelikan** negatif negatif
Catatan * Dalam kemasan kaleng
Catatan ** Minyak pelikan adalah minyak yang tidak dapat disabunkan
Dapat disimpulkan bahwa hasil produksi dan teknologi yang kami berikan adalah jauh diatas rata-rata dari SNI. Selain telah mendapatkan Sertifikasi HALAL dari MUI, juga telah mendapatkan Uji Standarisasi Nasional dari BSN.
Sekarang tiada alasan lagi untuk beralih ke minyak goreng yang sehat, minyak goreng yang berkualitas, bukan sembarang minyak goreng.
Hubungi kami untuk mendapatkan Minyak GOreng : BIO VIRGIN untuk grade 1 dan VIRNA untuk Grade 2.
Selamat berkarya mas Riza...
"Semoga Nyiur Akan Tetap Melambai....."
By : Penulis (08562565965)
Kamis, 23 September 2010
PROGRAM PELATIHAN COCONUT CENTER 2010
DIKLAT
PENGOLAHAN KELAPA TERPADU
PENDAHULUAN
Saat ini Indonesia dikenal memiliki luas perkebunan kelapa terbesar di dunia yakni 3,712 juta Ha, sebagian besar merupakan perkebunan rakyat (96,6%) sisanya milik negara (0,7%) dan swasta (2,7%). Dari potensi produksi sebesar 15 milyar butir pertahun hanya dimanfaatkan sebesar 7,5 milyar butir pertahun atau sekitar 50% dari potensi produksi. Masih banyak potensi kelapa yang belum dimanfaatkan karena berbagai kendala terutama teknologi, permodalan, dan daya serap pasar yang belum merata.
Selain sebagai salah satu sumber minyak nabati, tanaman kelapa juga sebagai sumber pendapatan bagi keluarga petani, sebagai sumber devisa negara, penyedia lapangan kerja, pemicu dan pemacu pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, serta sebagai pendorong tumbuh dan berkembangnya industri hilir berbasis minyak kelapa dan produk ikutannya di Indonesia.
Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu (CV. PPKT) telah banyak melakukan riset aplikasi dan model-model pengembangan pengolahan kelapa secara terpadu di masyarakat. Berbagai produk yang telah dikembangkan diantaranya : Virgin Coconut Oil (VCO), minyak goreng sehat, biodiesel pengganti solar, bioethanol pengganti bensin, briket arang, asap cair sebagai bahan pengawet alami, natadecoco, aneka produk kerajinan dari sabut kelapa, dan aneka produk kosmetik dari VCO. Kesemua produk tersebut dapat diproses dengan mudah oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Selain riset dan pengembangan masyarakat, CV. PPKT telah mengembangan industri dan pemasaran hasil pengolaan kelapa serta mendapat sertifikasi baik dari sisi mutu produksi sepertai HACCP (sertifikat keamanan pangan internasioal), sertifikat Halal dari LPPOM MUI maupun sertifikat dan ijin edar dari BPOM. Pengalaman dalam bidang industri pengolahan inilah yang akan dijadkan bahan pembelajaran dalam Diklat Pengolahan Kelapa Terpadu. Dengan demikian peserta diklat diharapkan dapat menjadi praktisi bisnis produk-produk kelapa yang saat mimiliki daya serap pasar yang tinggi. CV. PPKT akan memandu peserta baik dibidang teknologo produksi, pengemasan, dan peasaran hasil.
TUJUAN
1 Memberikan bekal kemampuan kepada peserta dibidang teknologi proses, pengolahan hasil, dan pemasaran produk-produk kelapa terpadu
2. Memberikan pengalaman kepada peserta dalam mengembangan produk-produk kelapa yang mempunyai daya serap pasar tinggi..
MATERI DAN NARA SUMBER
Materi terdri dari 25 % teori dan 75% praktek di lapangan/industri
Materi Pelatihan Meliputi:
• Penanaman nilai-nilai kewirausahaan sebagai sikap dasar kemandirian masyarakat
• Teknologi Proses : Pengolahan Virgin Coconut oil (VCO) dan Minyak Goreng Sehat,
• Teknologi Proses : Pengolahan Tempurung Kelapa (Briket dan Asap Cair) dan aplikasinya sebagai bahan pengawet alami
• Teknologi Proses : Pengolahan Air kelapa menjadi Natadecoco
• Standar produk dan Quality control
• Pengemasan Produk dan labelling
• Proses dan prosedur perijinan Produk
• Pengemasan dan strategi pemasaran produk
NARA SUMBER
Narasumber dari Coconut Center Indonesia yang memilki pengalaman nasional dan internasinal dibidang pengolahan kelapa terpadu
INFORMASI UMUM
Waktu Pelaksanaan
Angkatan 125 : 3 – 4 Nopember 2010
Angkatan 126 : 24 – 25 Nopember 2010
Angkatan 127 : 15 – 16 Desember 2010
Angkatan 128 : 28 -29 Desember 2010
Karena semakin banyaknya respon terhadap pelatihan ini, kami pada tahun 2011 ini kembali membuka pelatihan Teknologi Pengolahan Kelapa Terpadu Berbasis Masyarakat, adapun jadwal dan pelaksanaannya sementara dapat ditentukan oleh peserta Diklat
Biaya : 2.000.000 ( biaya meliputi mater diklat, sertifikat dan konsumsi dan akomodas selama 2 malam) ditransfer ke :
PST Pengolahan Kelapa TPD. CV. No. Rek Bank BCA Cabang Jogjakarta
Tempat : In Class Training : PUSDIKLAT REPINDO
In Field Trainng : Centra Pengolahan Kelapa Terpadu CV. PPKT
Alamat Pendaftaran : Jl. Nitikan 9 Yogyakarta tlp/fax 0274 372376 email: arief_repindo@yahoo.co.id
cp. Arif Nugroho 08562565965
Kriteria Peserta : Utusan Pemerintah Daerah ( Dinas Perkebunan, Dinas Perindag, dsb) BUMN, Swasta, CSR & PKBL Perusahaan
PENGOLAHAN KELAPA TERPADU
PENDAHULUAN
Saat ini Indonesia dikenal memiliki luas perkebunan kelapa terbesar di dunia yakni 3,712 juta Ha, sebagian besar merupakan perkebunan rakyat (96,6%) sisanya milik negara (0,7%) dan swasta (2,7%). Dari potensi produksi sebesar 15 milyar butir pertahun hanya dimanfaatkan sebesar 7,5 milyar butir pertahun atau sekitar 50% dari potensi produksi. Masih banyak potensi kelapa yang belum dimanfaatkan karena berbagai kendala terutama teknologi, permodalan, dan daya serap pasar yang belum merata.
Selain sebagai salah satu sumber minyak nabati, tanaman kelapa juga sebagai sumber pendapatan bagi keluarga petani, sebagai sumber devisa negara, penyedia lapangan kerja, pemicu dan pemacu pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, serta sebagai pendorong tumbuh dan berkembangnya industri hilir berbasis minyak kelapa dan produk ikutannya di Indonesia.
Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu (CV. PPKT) telah banyak melakukan riset aplikasi dan model-model pengembangan pengolahan kelapa secara terpadu di masyarakat. Berbagai produk yang telah dikembangkan diantaranya : Virgin Coconut Oil (VCO), minyak goreng sehat, biodiesel pengganti solar, bioethanol pengganti bensin, briket arang, asap cair sebagai bahan pengawet alami, natadecoco, aneka produk kerajinan dari sabut kelapa, dan aneka produk kosmetik dari VCO. Kesemua produk tersebut dapat diproses dengan mudah oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Selain riset dan pengembangan masyarakat, CV. PPKT telah mengembangan industri dan pemasaran hasil pengolaan kelapa serta mendapat sertifikasi baik dari sisi mutu produksi sepertai HACCP (sertifikat keamanan pangan internasioal), sertifikat Halal dari LPPOM MUI maupun sertifikat dan ijin edar dari BPOM. Pengalaman dalam bidang industri pengolahan inilah yang akan dijadkan bahan pembelajaran dalam Diklat Pengolahan Kelapa Terpadu. Dengan demikian peserta diklat diharapkan dapat menjadi praktisi bisnis produk-produk kelapa yang saat mimiliki daya serap pasar yang tinggi. CV. PPKT akan memandu peserta baik dibidang teknologo produksi, pengemasan, dan peasaran hasil.
TUJUAN
1 Memberikan bekal kemampuan kepada peserta dibidang teknologi proses, pengolahan hasil, dan pemasaran produk-produk kelapa terpadu
2. Memberikan pengalaman kepada peserta dalam mengembangan produk-produk kelapa yang mempunyai daya serap pasar tinggi..
MATERI DAN NARA SUMBER
Materi terdri dari 25 % teori dan 75% praktek di lapangan/industri
Materi Pelatihan Meliputi:
• Penanaman nilai-nilai kewirausahaan sebagai sikap dasar kemandirian masyarakat
• Teknologi Proses : Pengolahan Virgin Coconut oil (VCO) dan Minyak Goreng Sehat,
• Teknologi Proses : Pengolahan Tempurung Kelapa (Briket dan Asap Cair) dan aplikasinya sebagai bahan pengawet alami
• Teknologi Proses : Pengolahan Air kelapa menjadi Natadecoco
• Standar produk dan Quality control
• Pengemasan Produk dan labelling
• Proses dan prosedur perijinan Produk
• Pengemasan dan strategi pemasaran produk
NARA SUMBER
Narasumber dari Coconut Center Indonesia yang memilki pengalaman nasional dan internasinal dibidang pengolahan kelapa terpadu
INFORMASI UMUM
Waktu Pelaksanaan
Angkatan 125 : 3 – 4 Nopember 2010
Angkatan 126 : 24 – 25 Nopember 2010
Angkatan 127 : 15 – 16 Desember 2010
Angkatan 128 : 28 -29 Desember 2010
Karena semakin banyaknya respon terhadap pelatihan ini, kami pada tahun 2011 ini kembali membuka pelatihan Teknologi Pengolahan Kelapa Terpadu Berbasis Masyarakat, adapun jadwal dan pelaksanaannya sementara dapat ditentukan oleh peserta Diklat
Biaya : 2.000.000 ( biaya meliputi mater diklat, sertifikat dan konsumsi dan akomodas selama 2 malam) ditransfer ke :
PST Pengolahan Kelapa TPD. CV. No. Rek Bank BCA Cabang Jogjakarta
Tempat : In Class Training : PUSDIKLAT REPINDO
In Field Trainng : Centra Pengolahan Kelapa Terpadu CV. PPKT
Alamat Pendaftaran : Jl. Nitikan 9 Yogyakarta tlp/fax 0274 372376 email: arief_repindo@yahoo.co.id
cp. Arif Nugroho 08562565965
Kriteria Peserta : Utusan Pemerintah Daerah ( Dinas Perkebunan, Dinas Perindag, dsb) BUMN, Swasta, CSR & PKBL Perusahaan
Minggu, 22 Agustus 2010
Jaring Sabut Kelapa Cocomesh, Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa yang Terbuang
Banyak tulisan atau promosi mengenai Cocomesh (Jaring sabut kelapa), seperti telah dijelaskan di tulisan sebelumnya bahwa cocomesh adalah sabut kelapa yang dibuat tali kemudian dianyam. yang berfungsi sebagai media reklamasi lahan.
pada tulisan ini, saya tidak akan banyak bercerita mengenai pemanfaatan cocomesh tersebut, tetapi hanya ingin berbagi pengalaman dan ilmu mengenai pemanfaatan sabut kelapa yang terbuang sia - sia ini.
Akhirnya saya menemukan semangat untuk menulis tentang penghijauan kembali menggunakan cocomesh (jaring sabut kelapa) setelah ada SKH Kontan (Kompas Gramedia Group) mewawancari saya beberapa yang lalu http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/46769/ (silakan klik), namun ada yang kurang pas mengenai omzet yang didapat, terlalu besar untuk ukuran 300-400 juta, tidak atau belum sebanyak itulah..... hahahahahaa....
tapi ya gk masalah apabila dapat omzet sebesar itu. Amien.... Alhamdulillah !!!
Setelah saya merintis usaha cocomesh pertama kali, banyak serangan-serangan yang mengatasnamakan CV. PPKT membuka hal yang sama, istilahnya hanya IKUT-IKUTAN, tanpa ngerti apa-apa yang sifatnya hanya TRADING tanpa melakukan Pembinaan ke masyarakat sama sekali, dia hanya menerima jadinya saja.
Banyak kritikan dari teman-teman dikantor, mengenai orang yang hanya ikut-ikutan, memang dulunya adalah karyawan dikantor saya, tetapi tanpa ada alasan yang jelas dia keluar dan mendirikan hal yang sama, itu sama saja menikam dari belakang dan kita sebut dengan PENGECUT.... PENCURI....
saya mohon maaf banget lah bagi yang merasa... tapi memang kenyataannya seperti itu.
Okelah saya lanjutin lagi bagi-bagi cerita dan ilmu saya mengenai cocomesh ini
.....Saya telah melakukan perjalanan dinas, mulai dari Sumatera di Medan, Pekan Baru (Indragiri Hilir, Bengkalis) Lampung, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Sulawesi, NTT untuk melatih pengolahan kelapa terpadu yang berbasis masyarakat. Pertama kali yang saya liat di tiap-tiap daerah tersebut adalah belum termanfaatkannya secara maksimal sabut kelapa tersebut, di sebagian daerah hanya dibakar, atau ada juga yang bahkan dibiarkan menumpuk begitu saja, ada juga pengepul yang meng-eksport sabut tersebut dengan mengurainya terlebih dahulu.
Semakin berkembangnya teknologi tidak semata-mata mematikan usaha industri yang berbasis kerakyatan, buktinya hasil dari petani kelapa dan pengrajin sabut kelapa binaan kami telah berhasil memasuki pasar untuk di berbagai lahan tambang seperti Freeport, Chevron Geothermal, Duta Graha dan banyak lagi. itu semua dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan sabut kelapa menjadi cocomesh.
Apabila ada yang berminat untuk mengembangkan sentra usaha sabut terpadu berbasis cocomesh dapat menghubungi kami di :
COCONUT CENTER INDONESIA (CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu)
Jl. Nitikan Baru 9 Jogjakarta
Telp (0274) 372376
Kontak person : Arief (08562565965)
Kami akan meberikan informasi selengkapnya.
Jumat, 18 Juni 2010
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK MELALUI PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI PENGOLAHAN SABUT KELAPA MENJADI COCOMESH BERBASIS MASYARAKAT


Industri Sabut Kelapa Berbasis Masyarakat
Teknologi Pabrikan, Peralatan Canggih, Tenaga Kerja yang terampil, Pabrik yang besar dan luas belumlah jaminan dalam rangka pengembangan industri menjadi lebih baik dan maju.
Sebenarnya industri yang real atau nyata dan moderen adalah industri yang berbasis masyarakat dengan pemanfaatan POTENSI LOKAL yang ada, dimana seluruh rangkaian proses produksi melibatkan anggota masyarakat. Efek dari industri yang berbasis masyarakat banyak sekali, seperti :
- Terciptanya lapangan pekerjaan lokal, otomatis akan mengurangi angka urbanisasi
- Pemberdayaan masyarakat
- Nilai tambah ekonomi
- Mata pencaharian masyarakat
- Mengurangi mekanisasi peralatan
Seperti Industri yang kami kembangkan saat ini adalah Pengolahan Sabut Kelapa menjadi Cocomesh (Jaring Sabut Kelapa) dimana pengolahannya melibatkan puluhan ibu-ibu dan pengangguran di desa. Dan bukan main-main efek yang seperti saya jelaskan diatas, kemampuan produksi kami jauh diatas Industri Pabrikan, dengan ukuran Standart 1 roll Cocomesh : 2 x 20m ; 2 x 25m dll, dalam satu bulan bisa menghasilkan 500 - 600 Roll.


Hasil dari sentra Industri ini, produk kami telah digunakan di Perusahaan Tambang seperti : PT. Freeport Indonesia, Berau Coal, Unitek Borneo dll. Selain itu juga kami telah berhasil mengirim Cocomesh ke Medan dalam Proyek Martabe Access Road di Sumatera Utara.
Tetapi kami merasa, ketika sentra kami sudah berhasil didirikan dan dibina, banyak orang yang mengaku telah membina, padahal sama sekali tidak pernah ikut campur dalam proses pengembangan Cocomesh (Jaring Sabut Kelapa), Yang mereka lakukan adalah TRADING semata.


HARGA COCOMESH UNTUK PEMESANAN SAAT INI ADALAH RP. 6.500,-/M2.
Untuk pemesanan dapat menghubungi :
Sentra Usaha Sabut Terpadu :
Jalan Jambon Perumahan Baturan Asri II No. 9
Pusat Pengolahan Kelapa
Telp (0274) 6415004
HP. 08562565965
Email : arief_repindo@yahoo.co.id
Kamis, 29 April 2010
CV. PUSAT PENGOLAHAN KELAPA TERPADU

Adalah lembaga resmi, bukan perorangan.
CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu / COCONUT CENTER satu-satunya lembaga pemerhati dan riset mengenai pengolahan kelapa terpadu yang berbasis masyarakat di Jogjakarta, bekerjasama dengan REPINDO Training Center yang beralamat di Jl. Nitikan Baru 9 Jogjakarta. untuk itu kami menghimbau kepada semua pihak untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang sedang marak akhir-akhir ini.
Kedua lembaga ini telah berhasil mengembangkan sentra pengolahan kelapa terpadu di daerah penghasil kelapa di Indonesia.
Banyak hasil riset yang telah dikembangkan mengenai pengolahan kelapa,
dan banyak juga perorangan ataupun lembaga yang mengaku dan mengatasnamakan karyawan CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu untuk memajukan bisnisnya sendiri. dan ikut-ikutan mengadakan PELATIHAN ATAU TRAINING mengenai pengolahan kelapa terpadu di Jogjakarta,
Untuk itu kami menghimbau kepada para pembaca untuk waspada. dan satu-satunya Blog yang milik REPINDO dan CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu adalah di :
www.pelatihanrepindo.blogspot.com
Informasi lebih jauh dapat menghubungi :
CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu
Jl. Nitikan Baru 9 Jogjakarta
Telp/fax (0274)372376
Kontak Person : Arief (08562565965)
Kami akan memberikan penjelasan yang sedetail-detailnya mengenai hasil riset dan pengembangan produk kelapa yang berbasis masyarakat.
Mulai dari pengolahan Sabut Kelapa sampai air kelapa.
Rabu, 21 April 2010
JUAL : COCOMESH / JARING SABUT KELAPA

Spesifikasi :
- Tebal Tambang ; 0,5 cm
- Ukuran : 2 x 20 m; 2 x 25 m; 2 x 50 m; (dan tergantung permintaan)
- Sabut geotextiles, bahan organik untuk aplikasi ramah lingkungan, anti-erosi, tahan lama, selimut untuk pengerjaan jalan, tahan lama, konstruksi sipil, pertanian, dan pembibitan
Fungsi :
Sebagai media Reklamasi lahan dan pencegah erosi
Harga : Rp. 8.500/meter persegi. (negotiable)
Kontak : Arief (08562565965)
Kami sebagai lembaga Riset Perkelapaan telah diakui oleh Pemerintah, Swasta dan Nasional, CV. Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu yang beralamat di Jl. Nitikan Baru 9 Jogjakarta, adalah lembaga resmi, sehingga menjamin mutu dan kualitas produk olahan kelapa.
Bukan perorangan yang belum dapat diakui kebenarannya
Kami telah berpengalaman mengirim Cocomesh ke : Martabe Access Road di Martabe Sumatera Utara, PT. Freeport Indonesia, dan Mengembangkan Sentra Cocomesh di Berau Coal, Berau Kaltim.
Langganan:
Postingan (Atom)